Tuesday, February 13, 2018

Beijing, China

Awal Mei 2017 kemarin saya berkesempatan ikut suami ke negara China, lebih tepatnya Beijing. Senangnya mengunjungi suatu negara yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Disana saya berkunjung ke beberapa tempat terkenal, mencoba makanan, dan belajar tradisi mereka. Dipandu tour guide saya menjelajahi negara China. Simak kisahnya yaa..

Hari pertama :
Saya dan suami disambut dengan udara yang agak dingin, cuaca yang sedikit gelap. Jujur, saya tidak menyiapkan baju yang agak tebal untuk mengatasi udara dingin ini, hanya memakai jaket yang kebetulan saya bawa, yang rencananya dipakai apabila didalam pesawat terlalu dingin. Landing disana pada pagi hari dan dijemput oleh orang dari perusahaan kenalan suami, udara di sini sebenarnya tidak sedang dalam keadaan dingin, tapi kata tour guide yang menemani hari itu, di Beijing baru saja mengalami badai pasir.  Pada hari saya sampai, langsung istirahat setelah sarapan, Tadinya mau jalan-jalan, tapi apa daya "LELAH".

Malamnya saya dan suami makan malam di restoran Dadong Duck Peking letaknya persis diseberang hotel. Hotel tempat kami menginap di Park Plaza Hotel yang berada ditengah kota Beijing. Kami dan beberapa orang teman mencoba berbagai jenis makanan, makanan yang paling terkenal disini bebek pekingnya, rasanya tidak diragukan lagi enaknya, makanan lainnya disediakan dalam bentuk dan wangi yang menggugah selera serta menarik. Di malam yang sangat ramai pengunjung itu, kami makan sampai kekenyangan "RUSAK DIET".








Hari kedua :
Di pagi yang cerah ini saya dijemput oleh supir dan tour guide yang bernama Lily, untuk jalan-jalan, dikarenakan suami sedang tidak bisa menemani. Dimulai dengan berbelanja oleh-oleh di Hongqiao Pearl Market. Kenapa disebut Pearl Market? Mungkin karena sebagian besar memang berjualan perhiasan Mutiara. Lily berjalan sangat cepat sehingga saya tidak terlalu memperhatikan apa yang ada di lantai dasar. Lantai 2 terdapat banyak toko-toko menjual pakaian tradisional yang kebanyakan berbahan sutra, tas dan lainnya. Di lantai 3, terdapat toko-toko yang menjual barang-barang tradisional China, lukisan, hiasan bahkan sampai keramik pun ada, sebagiannya lagi toko-toko perhiasan yang menjual mutiara sampai dengan lantai 5. 

Menghampiri beberapa toko untuk sekedar melihat-lihat, apabila ada yang menarik baru mencoba menanyakan harga. Berusaha untuk tidak  takut menawar harga serendah mungkin walaupun penjualnya akan ngomel-ngomel pakai bahasa yang tidak saya mengerti sampai bikin stres "HAHAHA". Kalau si penjual masih tidak memberikan harga diskon, langsung kabur aja. Pasti dia menarik kita buat balik ke tokonya dan memberikan harga yang wajar. Karena biasanya mereka memberikan harga di awal dengan harga yang sangat fantatis untuk pembeli dari luar. Oia, rata-rata penjualnya mahir berbahasa inggris,"SHOPPING TIME".


Setelah beres dari Pearl Market, langsung menuju ke Temple of Heaven. Temple of Heaven adalah bangunan Kuil besar yang terdapat pada area yang sangat luas. Temple of Heaven dipercaya merupakan kuil tempat permohonan untuk meminta hasil panen yang melimpah, yang menghubungkan langsung manusia dan Tuhan dan sebagai penghormatan kepada surga. Area sekitar kuil sangat luas, ditumbuhi berbagai pepohonan yang membuat area sekitar kuil terasa sejuk dan rindang. Area kuil juga digunakan untuk melakukan banyak aktifitas. Kebetulan saya datang sudah agak sore, jadi memilih untuk berjalan-jalan disekitar area kuil saja, tidak masuk ke dalam kuilnya,"KEREN BANGET".



Pintu Gerbang Masuk ke area Temple of Heaven

Area Temple of Heaven banyak ditumbuhi pohon
Ginkgo Biloba dan Cemara 

Bangunan besar di belakang adalah Temple of Heaven

Pohon Cemara 9 Naga yang berumur ratusan tahun







Setelah puas dan lelah berjalan-jalan di area kuil yang sangat luas namun rindang, akhirnya saya melanjutkan aktifitas dengan mendatangi sebuah tempat yang tidak jauh dari kuil untuk mengenal tradisi tea ceremony yang merupakan budaya China, tapi saya lupa nama tempatnya. Disana diajarkan tata cara minum teh dan disuguhkan berbagai jenis teh dengan berbagai rasa untuk dicoba. Setelah mencoba, dan melihat-lihat berbagai bentuk teh yang jarang saya lihat sebelumnya, saya juga jadi tahu beberapa jenis teh dan manfaatnya. Akhirnya, saya membeli beberapa untuk dijadikan oleh-oleh,"TEA TIME".





Selesai memilih teh, saya langsung  balik untuk menjemput suami saya yang sedang  ada event di USTB Gymnasium atau University of Science and Technology Beijing. Lingkungan kampusnya sangat enak, luas dan terdapat fasilitas umum untuk berolahraga. Pada saat weekend tempat ini menjadi ramai karena menjadi tempat banyak orang berkumpul untuk sekedar olahraga ataupun melakukan kegiatan lainnya.




Dari sana kami menuju tempat makan malam disebuah restoran yang menyediakan makanan halal. Oh iya, di Beijing sudah sangat banyak restoran yang menyediakan makanan halal buat muslim. Malam itu kami makan makanan seperti sate tapi dari daging domba yang rasanya sangat lezat karena mengandung banyak rempah-rempah. 







Setelah kekenyangan kami pulang menuju hotel. Cerita hari ke 3 sampai dengan hari ke 5 akan saya lanjutkan di post selanjutnya.